Kelebihan Dan Kekurangan Alat Rapid Test Untuk Mendeteksi Virus Corona


Langkah awal yang di terapkan pemerintah Indonesia dalam upaya menghentikan penyebaran pandemi virus Corona ini yaitu dengan melakukan tes masal menggunakan alat Rapid Test atau Test cepat.

Pada bulan Maret yang lalu, Indonesia mendatangkan alat rapid test untuk menghadapi wabah virus corona atau COVID-19. Bahkan Presiden Joko Widodo meminta jajaran menterinya serta Gugus Tugas COVID-19 untuk segera melakukan rapid test untuk mendeteksi virus corona dengan cakupan lebih besar.

Meski pada sebelumnya alat pengecekan menggunakan metode Reaksi berantai polimerase atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Cara kerja metode PCR yaitu memperbanyak replikasi DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme, dengan mengambil sampel lendir pada hidung atau tenggorokan pasien dianggapnya kurang efektif karena hasil yang diperoleh membutuhkan waktu lebih lama. 

Sehingga membuat pemerintah mendatangkan rapid test sebagai alternatif dalam mendeteksi keberadaan virus corona virus di dalam tubuh, karena alat ini lebih mudah dalam penggunaannya dan hasilnya lebih cepat, apalagi ditambah kondisi pandemi di tanah air semakin parah dengan seiring bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 setiap harinya.

Namun penggunaan Rapid Test ini menimbulkan berbagai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Karena dianggap alat test cepat atau Rapid Test ini tidak sepenuhnya bisa diandalkan karena hanya dapat mengetahui antibodi melainkan bukan mendeteksi virusnya.

1. Kelebihan

Menurut sebagian ahli virologi menyebutkan bahwa virus corona tidak hidup di darah. Akan tetapi seseorang yang positif terinfeksi covid19 akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi melalui pengecekan menggunakan darah sebagai sampelnya. Immunoglobulin inilah yang nantinya akan dideteksi dengan alat rapid test.

Sederhananya alat rapid test ini bisa mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar virus Corona ataupun tidak.

Kelebihan dari alat Rapid test ini bisa dilakukan untuk pengetesan secara massal karena tidak membutuhkan pemeriksaan di laboratorium biosecurity level II dan tidak memerlukan waktu lama untuk mengetahui hasilnya. Menurut data lapangan, hasil dari penggunaan alat rapid test ini bisa diketahui dengan cepat, yaitu hanya dalam 20 menitan.

2. Kelemahan

Pemeriksaan yang menggunakan alat rapid test atau test cepat ini juga memiliki kelemahan, karena Rapid Test ini bisa memberikan hasil 'false negative' yaitu tampak negatif meski sebenarnya positif. Jadi, ketika pendeteksian menggunakan alat Rapid Test ini pasien harus melakukan pengetesan ulang di beberapa hari kedepan untuk menentukan pasien tersebut benar-benar negatif atau positif dari virus pandemi ini.

Beberapa ahli menjelaskan bahwa tubuh baru bisa memproduksi sistem imun memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu setelah positif tejangkit virus pandemi ini. Yang artinya bila seseorang baru terinfeksi virus corona dan antibodi belum terbentuk, maka hasil yang akan keluar oleh alat Rapid Test adalah negatif.

Oleh karena itu, penggunaan metode Rapid Test ini perlu pengecekan ulang dalam beberapa hari kedepan.

Kontribusi Halodoc

Sebagai upaya membantu pemerintah dalam percepatan penanganan menekan laju peningkatan kasus COVID-19, Halodoc ikut berkontribusi dengan menyediakan layanan rapid test yang berlokasi dirumah sakit di Jabodetabek dan sekitarnya. Serta Halodoc juga memberikan layanan tanya dokter secara online melalui aplikasi di Halodoc.

Jika anda merasakan gejala-gejala mirip yang ditimbulkan oleh covid19 ini, anda bisa memanfaatkan layanan tanya dokter agar mendapatkan penanganan dan arahan yang tepat guna meningkatkan peluang kesembuhan akibat terinfeksi virus Corona ini jadi lebih besar.

No comments for "Kelebihan Dan Kekurangan Alat Rapid Test Untuk Mendeteksi Virus Corona"